Siapa yang tahu tentang akhir hidup seseorang.
Kita hanya sangat paham bahwa semuanya ada akhir. Tapi tentang "bagaimana", tiada satu yg bisa menerkanya.
Bagaimana bisa kita lantang berkata "taubatnya tak mungkin diterima!" sementara Sang Pengasih mungkin saja telah mendekap istighfar2nya saat kita nyenyak beralaskan kasur empuk?
Tak inginkah kita berprasangka baik pada dia dan Penciptanya, tentang cinta di antara mereka?
Allah.. semoga husnul khotimah..
Langganan:
Postingan (Atom)


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact