Jumat, 12 April 2013

Kangen - 12 April


Beda-beda ini, mungkin karena rindu. Padamu, Ndung. Pada kau wanita berharga selain ibuku. Kau wanita berharga yang telah melahirkan seorang wanita berharga juga buatku.

Aku masih ingat betul bagaimana dulu aku bermanja denganmu. Bagaimana tiap segelas susu dan sepotong roti yang sering kau sajikan untukku. Bagaimana kau kasih apa yang aku minta. Tiap baju baru yang kau belikan. Tiap uang jajan yang kau sampaikan.

Terlebih aku ingat bagaimana hangatnya terlelap di sampingmu. Bagaimana tiap subuh mendengar tilawahmu. Tiap pagi mendengar ceritamu. Tiap hari memakan masakanmu. Mengikuti tiap kau pergi, ke Lahat bahkan Baturaja berbulan-bulan. Sampai kurasa itu benar2 rumahku. Ya, aku tau aku rindu itu.

Tapi ada juga yang rasanya tak ingin aku ingat. Aku tak mau ingat bagaimana mereka membawamu ke rumah sakit itu. Aku tak mau ingat bagaimana kau tersenyum padaku saat terakhir aku membesukmu. Aku tak mau ingat bagaimana suara telepon di pagi-pagi dhuha itu. Telepon yang mengabarkan tentangmu. Di 12 April 2001 lalu.

"Andung pengen meninggal di bulan Muharram," mamak cerita padaku setelah 40 hari dari tanggal itu. April itu tepat Muharram.


Dua belas tahun ya lewat. Sekarang 12 April 2013. Rasanya tetap sama. Tetap ada air mata di pagi-pagi dhuha ini. Tentangmu, Andung.









*keterangan:
Andung adalah panggilan untuk Nenek untuk orang Bengkulu

0 comments:

Posting Komentar

 
;