Kertas dan pena. Dua benda penting
yang kadang tidak dipedulikan. Selain ke pelajar, mahasiswa, dan segenap
civitas akademika, tanyakanlah apakah mereka membawa kedua benda ini saat
bepergian. Atau mungkin bisa tanya langsung ke diri Anda?
Di tengah Musi begini, aku jadi ingin mengingatmu
Mengingat senyum- senyummu, juga mengingat tawa- tawamu
Di tengah Musi begini, aku jadi ingin mengingatmu
Tapi hari-hariku sudah terbiasa bersama lupa
Aku ada di sini bersama bangunan merah renta menghadapku, menemuiku
Ah, bukan
Aku yang menghadapnya, menemuinya
karena ia telah ada di sana sebelum aku datang
dan aku juga mau begitu
Aku mau kau juga menghadap padaku, menemuiku
Karena aku masih dan tetap ada di sini, di tempat kita dulu...
Karena aku mau berkata maaf untuk salah- salahku dulu.
*bersama segelas es teh manis di tepi Musi, 10 Oktober 2012
Gambaran
keadaan:
Jurnalistik
2010 di Ruang 09, menunggu dosen Penulisan Artikel dan Tajuk Rencana, Taufik
Akhyar, M. Si.
Ngobrol-
ngobrol, mencoba saling memahami pengertian :p
C. I. N. T. A.
Asrul : Cinta adalah Pesek
Deka : Cinta adalah Lekakiku
Oka : Cinta adalah t*i kucing
Dhoif: Cinta adalah kelembutan
Yudi: Cinta adalah Kisah tertunda
Rian : Cinta adalah perasaan
Saddam : Cinta adalah milik-Nya
Shindi : Cinta adalah huruf "A"
DRS : Cinta adalah Botak
Ruru : Cinta adalah sastra
Langganan:
Postingan (Atom)


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact