Minggu, 07 April 2013

Binder Pertamaku


Semalam tiba2 pengen cari sebuah dokumen. Sebuah coretan tangan di kertas A5 yang saya buat 5 tahun lalu.  Rasanya saya simpan di lemari buku. Salah satu bagian lemari ini memang jarang dibuka, karena cuma berisi arsip-arsip lama. Seperti hasil ulangan di masa SMP, SMA, juga file-file semasa aktif di Rohis.

Di tengah pencarian,  yang saya temukan bukan kertas itu, melainkan tumpukan binder yang saya simpan. Mengesankan saat melihat  binder paling usang di antara semuanya. Ya, itu binder pertama. Itu hadiah dari 'gank' saat kelas 2 SMP (eh ternyata saya dulu gankster yaa? ^_^ ) . Binder itu hadiah ulang tahun yang ke-13. Ini penampakannya:


taraaaa...... \(^o^)/
 

Itu bukan cover asli. Kalo ndak salah cover aslinya warna biru dan gambar elf. Yaah berhubung saya rasa gambar itu bukan "gue banget", jadi minta tolong Yuk Echi cari gambar Detective Conan, dan diprint.

This is the special one. Yap, ini binder paling berharga rasanya. Selain karena pertama, di binder ini tersimpan semua memori 'hijrah'. Memang sejak ada di tangan saya hingga covernya diganti, saya tidak terlalu sering menggunakannya. Tetap saja merasa lebih nyaman mencatat atau menulis di buku biasa. Tapi semua berubah waktu masuk SMA, banyaknya materi penting 'memaksa' saya mengisi tiap lembar binder ini sebagai pemegang datanya.


Baiklah, tanpa memperpanjang muqaddimah, kita mulai ulik satu persatu isi binder ini ^^



Setelah membuka covernya, anda akan mendapati halaman ini:


 "Allah, bila sujudku pada-Mu karena takut neraka, bakar aku dengan apinya. Bila sujudku pada-Mu karena damba surga, tutup bagiku pintu surga itu. Namun bika sujudku karena Kau semata, jangan palingkan wajah-Mu"


Pertama kali mendengar kalimat itu dari sebuah nasyid, Perempuan Cahaya di Taman Zikir yang dibawakan oleh grup nasyid Faliq. Nasyid yang diadopsi dari puisi karya penulis favoritku, Helvy Tiana Rosa. Ada yang bilang juga itu kata2 Jalaludin Rumi. Wallahu a'lam. Siapapun yang berkata, saya suka kata-kata itu :)





Lanjut ke halaman berikutnya:

 

"Ya Allah, jika ku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu. Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu"


Pertama kali baca itu di desktop Ust. Tsabit pas beliau ngisi Tutor Motivation Training (TMT) yang diadakan oleh Wasilah_6. Hmm, kelas 1 SMA waktu itu. Februari 2011. Maklum anak SMA, suka kali sama kata2 yang ada cin*a2nya. (penting: ndak usah ditiru). 
Eh, tapi apa maksud ada gambar Conan Edogawa di situ ya? --"
Hehehe, jawabannya simpel: karena sejak dulu sampai sekarang saya sudah jatuh cinta dengan Conan Edogawa \(^o^)/  >> alasan sembarang, males mikir --"





OK Next.

 Sebuah kaligrafi buatan si 'Ndut' Novika Sari ^_^



Ini juga buatan Vika ^^



My Dear Ukhti, Novika Sari.. (atau yang biasa dipanggil Ndut -pen.) Terima kasih banyak yaa kaligrafinya. Walaupun dulu dengan sedikit pemaksaan untuk buat kaligrafi2 nama saya (^.^)v
Biarpun di binder, itu tetep disimpen kok. Jazakillah Ukhti *peluk cium dari jauh*.






Eh ternyata di binder ini juga pernah coret2 untuk matpel Matematika dan Fisika toh :o









However, meski sebagian binder ini penuh dengan coret moret matematika dan fisika, saya jarang lulus di dua matpel ini saudara2! (apakah ini sebuah kebanggaan? #berpikirkeras)





Buka buka buka halaman selanjutnya.

Anda akan menemukan ini:
kaligrafernya sama dengan yang sebelum2nya: Novika Sari


Itu 'halaman pembuka' untuk 'bab' selanjutnya. Bab ini berisi catatan lirik2 nasyid yang saya koleksi. Yaah maklum anak SMA...
Awal masuk SMA kan sudah masuk ekskul Nasyid, memang suka  denger nasyid juga, jadi koleksi lirik2 nasyid. Tulis tangan pula.



paling suka bagian lirik ini:
"senyuman yang tersirat di bibirmu menjadi ingatan setiap waktu,
tanda kemesraan bersimpul padu,
kenangku di dalam doamu.
Semoga Tuhan berkatimu"

*
langsung terkenang L-Mujahidah Crew: Rysky, Rahma, Vika, Ayu, Rahmy, Lina, Sum, Nuning, Dewi, Dwi* 







Yang ini bukan tulis tangan. Hasil print-an. Kalau ndak salah waktu itu ini nitip sama Kak Arya ngeprintnya.


Sekian ulasan mengenai bab lirik nasyid. Mari kita lanjut ke bab selanjutnya.

Di sini berisi materi2 tausiah yang pernah saya dapat. Kebanyakan sih dari Majelis Ta'lim(MT) rutin SMA 6. Fyi, SMA 6 itu mengadakan majelis ta'lim rutin tiap dua pekan. Biasanya tiap Ahad ke-2 dan ke-4 tiap bulan. Semua siswa wajib hadir. Tempatnya di Masjid AlFatah di simpang angkatan 66.  Pas masa saya SMA tuh masjid belum ada AC seperti sekarang. Ustadz yang ngisi materi ganti2 tiap pertemuan. Kadang Ust. Mugiono, Ust. Zainal Abidin Hanif, Us. Tohlon Abdurrauf, Ust. Lukmanul Hakim, Ust. Sutanto Basuki juga pernah ngasih materi di MT. Dan dua ustadz paling favorit itu Ust. Legawan Isa dan Ust. Hidayatullah. Sampai2 si Ayu kalau salah satu antara dua ustadz itu yang ngasih materi dia bakal jingkrak dan duduk di barisan paling depan.

Sampai situ cerita MT, ada yang mau ditanyakan? *ngelap keringet*

Kalau tidak ada, mari kita lanjutkan cerita tentang "Bab Materi" di binder sulung saya itu.   


ini disalin dari buku Menjadi Wanita Paling Bahagia


 ini juga disalin dari buku yang sama, kecuali yang bawah sekali.
itu didapat dari taushiah pagi di kelas



  kalau tulisannya rapi berarti ini disalin dari sms2 taushiah yang dikirim teman2 ^^








 Ehmm.. dua materi di atas didapat dari sang "mbak"  ^^v






Nah, wa bil khusus untuk lembar ini, saya akan berpura-pura tidak tahu dari siapa. Kertas ini terdampar begitu saja sewaktu saya ikut Diklatsar Ekskul Da'i. Pas selesai jam ishoma, saya kembali ke ruangan, kembali ke tempat duduk. Kertas ini sudah ada di sana, mendahului saya --"

Yaah... saya akan berpura-pura  tidak tahu siapa penulis dan pendampar (bahasa mana ini?) sang kertas. Walaupun nama di pojok kanan bawah kertas itu ditutupi oleh tipe-x dan tetap bisa dibaca di bawah sinar matahari, saya tetap berpura-pura tidak tahu!

 
 jika diperbesar akan terbaca:
"Perjuangan itu artinya berkorban
Berkorban itu artiny terkorban
Janganlah gentar untuk berjuang 
Demi agama dan bangsa... okeyyy!!!!

Lemahlah bagi yang ingin lemah
Mundurlah bagi yang tak kuat bertahan
Futurlah bagi yang ingin futur
dari jalan dakwah yang mulia ini
Biarlah aku bersama Rabb-ku di sini
Sampai Islam jaya
Atau syahid menjemputku"

Untuk anda yang menelantarkan kertas ini, saya ucapkan terima kasih banyak. Ndak ada maksud apa2, saya yakin niat anda juga baik. Sekali lagi terima kasih :)






Akhirnya tibalah kita di bagian akhir binder. Yang saya tampilkan ndak semuanya, itu cuma "perwakilan". Yang mau baca lengkap isi binder saya itu (kalau minat) monggo bilang aja.. Nanti dipinjemin. Yang penting wani piro? :p 
Hehe, bercanda. Yang mau pinjem silakan tinggal kontak saya. *niat bener nawarin*


Baiklah, di bagian belakang binder, kalian akan menemukan sepotong tulisan lagi.    

Ini ngopy dari Uda Ahmad. Hmm kalau ndak salah masih jaman2 friendster.
Ndak jelas tulisannya? Iya ngerti..
Tapi mohon mengerti saya juga ya yang capek ngetik ulangnya :D 




ini penampakan seberapa tebal bindernya

Kertasnya sudah usang, sudah menipis. Tapi lumayan buat capek bolak-balik isi binder ini ^_^



Terima kasih syukron jazakillah yaa sudah mau baca tulisan kali ini. Monggo kasih respon lewat komentar atau centang empat kotak kecil di bawah. Yang mau promoin di Facebook atau Twitter juga boleh kok . *mata berkaca-kaca*


Wassalamu'alaikum. (^,^)/


0 comments:

Posting Komentar

 
;