Seperti tadi. Tak peduli terik matahari atau tenggorokan dilanda dahaga, aku bercerita padanya.
Aku suka awal percakapan tadi.
"Pengen cerita apa, Ru?"
"Bingung mau mulai dari mana, Mbak..."
"Mulai dari mana saja..."
"Tapi Mbak janji ndak marah ya."
"Lho, Mbak kan bukan hakim..."
"Emang hakim suka marah, Mbak?"
"Hehe, maksudnya Mbak ndak berhak bilang ini salah itu bener..."
Aku benar2 sayang Mbakku ini. Dia guru sekaligus sahabat buatku. Iya, beliau ndak pernah menghakimi, ndak pernah bilang salah. Cuma kasih pertimbangan dan alternatif solusi. Beliau juga cuek, tapi perhatian.
Aku melihatnya pertama kali ketika kelas 10 SMA. Beliau mengisi mentoring utk anak2 kelas 11 waktu itu. Mbakku ini mengingatkanku pada Yuk Echi, sepupu dekatku yg kala itu sedang PTT di Batumarta. Mirip sekali. Makanya aku suka.
Sampai akhirnya sekarang beliau jd murabbiyahku... Bercerita padanya membuat nyaman. Kata2nya penuh logika dan keyakinan. Beliau memahami, tanpa menghakimi.
Sederhana kan kebahagiaanku? Salah satunya karena dikirimkan Allah seorang murabbiyah seperti beliau....di saat yang tepat.
Allah sungguh baik... :)
Alhamdulillah...
Allah sungguh baik... :)
Alhamdulillah...
Terima kasih, Mbak... Untuk waktumu hari ini, di sela kepadatan agendamu, di tengah penantianmu kepada bayi lucu yg kini 5 bulan berada di rahim itu... :)


0 comments:
Posting Komentar