Senin, 16 Juni 2014

Baturaja, 14 Juni 2014

Lini-kala twitterku ramai ngomongken walikota yg resmi tersangka. Wali kotaku. Mereka menghujat senyumnya di televisi, dsb.
Entah aku jadi lemas sendiri. Kecewa mungkin. Tapi bukan kepada sang pak wali. Aku kecewa pada mereka yg menghujat. Atau minimal yg memprovokasi orang lain untuk menghujat. Begitukah adabnya?
Oke, ini berita sudah benar, nyata, jelas. Tapi yg soal lempar cacian itu loh... Membawa2 nama lembaga pula.
Iya, aku juga tau, aku sepakat. Tapi ndak tau kenapa aku kecewa. Sangsi sosial? Oke, setuju.
Tapi "kita" mendukungnya dari awal, bukan sebagai pelarian. Dan setelah begini, apa ndak sebaiknya kita juga koreksi diri? Kenapa bisa memilih yg model begitu?
Ini curahan kecewaku ya... Subjektif banget... Mungkin aku yg kurang paham atau telat ngerti.
Aku juga masih nanya2 sendiri: "beginikah adabnya?" "Sudahkah aku koreksi diri?" "aku pernah salah apa sampe salah memilih?"
ALHumairaa, 16 Juni 2014
Baturaja, pukul 21:45

0 comments:

Posting Komentar

 
;