Jumat, 09 November 2012

sedikit tentang Propaganda




Mungkin sebagian kita telah terbiasa dengan istilah ‘Propaganda’, namun kadang masih jarang yang memahami mendalam mengenai hal ini. Ya, propaganda adalah usaha untuk mempengaruhi dan mengendalikan sikap dan pendapat, baik seseorang maupun sekelompok orang, untuk mencapai kepentingan tertentu.
Propaganda (dalam skala besar) bukan hal yang main- main, perlu teknik khusus dalam pelaksanaannya. Dan kali ini setidaknya akan dibahas tiga dari sembilan teknik propaganda yang sering digunakan.

1. Teknik Name Calling
Pada teknik ini digunakan cara memberikan nama/ label buruk kepada hal tertentu. Tujuannya agar orang meragukan ide tertentu tanpa memeriksanya terlebih dahulu. Di Indonesia, juga dunia, teknik ini diterapkan pada pemberian label ‘teroris’ kepada sekelompok orang tertentu. Bahkan sampai orang- orang yang berpenampilan tertentu juga dikenai cap sebagai teroris ini. Ada peran media di balik agenda-agenda pelabelan ini? Sudah pasti. Entah dengan imbalan apa media- media itu secara gencar memberitakan bahwa teroris adalah mereka yang menggunakan jubah, berjanggut, dan menerapkan perilaku- perilaku Islami. Dan bagi mereka yang berjilbab lebar, bahkan bercadar, siap- siaplah ‘menanggung beban’ untuk dicap sebagai istri atau anak seorang teroris.
Tidak cukup sampai di situ, teknik name calling tentang teroris ini menjalar ke siswa- siswi yang aktif di kegiatan Kerohanian Islam. Menurut Metro TV di akhir Agustus 2012 lalu, mereka adalah Teroris Muda.

Meski akhirnya Metro TV meminta maaf dan mengoreksi pemberitaan ini, tapi istilah dan kecurigaan tentang Teroris Muda sudah kadung melekat di otak masyarakat. Sekali lagi, kita tidak tahu ‘imbalan’ apa yang didapat oleh mereka dengan pemberitaan ini.


2.     Teknik Glittering Generalities
Glittering Generalities adalah mengasosiasikan sesuatu dengan suatu ‘kata bijak’ yang digunakan untuk membuat kita menerima dan menyetujui hal itu tanpa memeriksanya terlebih dahulu. (Nurudin: 2002)
Biasanya teknik ini diterapkan pada periklanan. Slogan “Orang Pintar Minum Tolak Angin” pasti tidak asing lagi. Meskipun belum dipastikan jenis orang pintar yang seprti apa yang memilih dan ‘mewajibkan diri’ untuk meminum obat masuk angin satu ini.
Tidak hanya di iklan, slogan- slogan bijaksana ini juga digunakan dalam ranah politik, apalagi menjelang kampanye. Pada pemilu 2004 lalu, Partai Demokrat muncul dengan slogan “Katakan Tidak Pada Korupsi”. Alhasil, Demokrat memenangkan pemilu meski tergolong partai baru, dan walaupun aplikasi lapangan ternyata jauh lebih sulit ketimbang menyebarkan slogan.


Daftar Kader Partai Demokrat yang Terlibat Korupsi
1.      Agusrin Najamudin, Gubernur Bengkulu
2.      Sukawi Sutarip, Walikota Semarang
3.      Djufri, Walikota Bukit Tinggi
4.      Andrias Palino Popang, Wakil Bupati Tanah Toraja
5.      As’ad Syam, anggota DPR periode 2009-2014 Daerah Pemilihan (Dapil) Jambi
6.      Yusran Aspar, anggota DPR periode 2009-2014 Dapil Kaltim
7.      Sarjan Tahir, anggota DPR periode 2004-2009
8.      Ismunarso, Bupati Sitobondo, Jawa Timur, periode 2005-2010
9.      Yusak Yaluwo, Bupati Boven Digoel, Papua
10.   Amrun Daulay, anggota DPR periode 2009-2014 Dapil Sumut II
11.  Angelina Sondakh, anggota Badan Anggaran DPR
Sumber : Pedoman News dan KoruptorIndonesia.com
3.     Teknik Transfer
Teknik ini digunakan dengan menggunakan tokoh yang dikagumi dan berwibawa dalam lingkungan tertentu. Ini utamanya banyak digunakan dalam kepentingan- kepentingan politik. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) misalnya, menampilkan Soekarno dengan pidato- pidato mempesonanya untuk mempengaruhi para wong cilik. Begitu juga dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan sang Gus Dur yang dianggap heroik dan tokoh sentran pluralisme di Indonesia.
Di dunia periklanan, sosok yang sekarang marak muncul di televisi –terutama di bulan Ramadhan- adalah Deddy Mizwar. Di luar kapasitasnya sebagai pelaku seni peran, kewibawaannya juga menjadi alat utama dalam laris- manisnya produk- produk yang ia bintangi iklannya.


  
“dan Sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar. Padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya.” (QS Ibrahim: 46)




0 comments:

Posting Komentar

 
;