Mungkin sebagian kita telah terbiasa dengan istilah ‘Propaganda’,
namun kadang masih jarang yang memahami mendalam mengenai hal ini. Ya,
propaganda adalah usaha untuk mempengaruhi dan mengendalikan sikap dan
pendapat, baik seseorang maupun sekelompok orang, untuk mencapai kepentingan
tertentu.
Propaganda (dalam skala besar) bukan hal yang main- main, perlu
teknik khusus dalam pelaksanaannya. Dan kali ini setidaknya akan dibahas tiga
dari sembilan teknik propaganda yang sering digunakan.
1. Teknik Name Calling
1. Teknik Name Calling
Pada teknik ini digunakan cara memberikan nama/ label buruk kepada
hal tertentu. Tujuannya agar orang meragukan ide tertentu tanpa memeriksanya
terlebih dahulu. Di Indonesia, juga dunia, teknik ini diterapkan pada pemberian
label ‘teroris’ kepada sekelompok orang tertentu. Bahkan sampai orang- orang
yang berpenampilan tertentu juga dikenai cap sebagai teroris ini. Ada peran
media di balik agenda-agenda pelabelan ini? Sudah pasti. Entah dengan imbalan
apa media- media itu secara gencar memberitakan bahwa teroris adalah mereka
yang menggunakan jubah, berjanggut, dan menerapkan perilaku- perilaku Islami.
Dan bagi mereka yang berjilbab lebar, bahkan bercadar, siap- siaplah ‘menanggung
beban’ untuk dicap sebagai istri atau anak seorang teroris.
Tidak cukup sampai di situ, teknik name calling tentang
teroris ini menjalar ke siswa- siswi yang aktif di kegiatan Kerohanian Islam.
Menurut Metro TV di akhir Agustus 2012 lalu, mereka adalah Teroris Muda.
Meski akhirnya Metro TV meminta maaf dan mengoreksi pemberitaan
ini, tapi istilah dan kecurigaan tentang Teroris Muda sudah kadung melekat di
otak masyarakat. Sekali lagi, kita tidak tahu ‘imbalan’ apa yang didapat oleh
mereka dengan pemberitaan ini.
2. Teknik Glittering
Generalities
Glittering Generalities adalah mengasosiasikan sesuatu dengan suatu ‘kata bijak’ yang
digunakan untuk membuat kita menerima dan menyetujui hal itu tanpa memeriksanya
terlebih dahulu. (Nurudin: 2002)
Biasanya teknik ini diterapkan pada periklanan. Slogan “Orang
Pintar Minum Tolak Angin” pasti tidak asing lagi. Meskipun belum dipastikan
jenis orang pintar yang seprti apa yang memilih dan ‘mewajibkan diri’ untuk
meminum obat masuk angin satu ini.
Tidak hanya di iklan, slogan- slogan bijaksana ini juga digunakan
dalam ranah politik, apalagi menjelang kampanye. Pada pemilu 2004 lalu, Partai
Demokrat muncul dengan slogan “Katakan Tidak Pada Korupsi”. Alhasil, Demokrat
memenangkan pemilu meski tergolong partai baru, dan walaupun aplikasi lapangan
ternyata jauh lebih sulit ketimbang menyebarkan slogan.
Daftar Kader Partai
Demokrat yang Terlibat Korupsi
1. Agusrin Najamudin, Gubernur Bengkulu
2. Sukawi Sutarip, Walikota Semarang
3. Djufri, Walikota Bukit Tinggi
4. Andrias Palino Popang, Wakil Bupati Tanah
Toraja
5. As’ad Syam, anggota DPR periode 2009-2014
Daerah Pemilihan (Dapil) Jambi
6. Yusran Aspar, anggota DPR periode
2009-2014 Dapil Kaltim
7. Sarjan Tahir, anggota DPR periode
2004-2009
8. Ismunarso, Bupati Sitobondo, Jawa Timur,
periode 2005-2010
9. Yusak Yaluwo, Bupati Boven Digoel, Papua
10. Amrun Daulay, anggota DPR periode
2009-2014 Dapil Sumut II
11.
Angelina
Sondakh, anggota Badan Anggaran DPR
Sumber : Pedoman News dan KoruptorIndonesia.com
3. Teknik Transfer
Teknik ini digunakan dengan menggunakan tokoh yang dikagumi dan
berwibawa dalam lingkungan tertentu. Ini utamanya banyak digunakan dalam
kepentingan- kepentingan politik. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
misalnya, menampilkan Soekarno dengan pidato- pidato mempesonanya untuk
mempengaruhi para wong cilik. Begitu
juga dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan sang Gus Dur yang dianggap
heroik dan tokoh sentran pluralisme di Indonesia.
Di dunia periklanan, sosok yang sekarang marak muncul di televisi
–terutama di bulan Ramadhan- adalah Deddy Mizwar. Di luar kapasitasnya sebagai
pelaku seni peran, kewibawaannya juga menjadi alat utama dalam laris- manisnya
produk- produk yang ia bintangi iklannya.
“dan Sesungguhnya
mereka telah membuat makar yang besar. Padahal di sisi Allah-lah (balasan)
makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga
gunung-gunung dapat lenyap karenanya.” (QS Ibrahim: 46)


0 comments:
Posting Komentar