Jumat, 09 November 2012

Surat Hujan Dariku

Hujan lagi setelah beberapa hari kita ditemani gersang. Ah, kita? Begitu jugakah kau yang di cakrawala sana? Aku mau melihatmu. Aku mau merenda kisah baru di titis hujan bersamamu. Begitu jugakah kau?

Hujan ini tentang rindu kita. Tentang lingkaran2 mesra kita yang bertaut ukhuwah. Tentang rindu menggebu yang selalu kita lampiaskan bersama rabithah di akhir sujud. Aku merinduimu. Sungguh.

Aku rindu hujan kita. Hujan yang luruh bersama butir2 bening di sudut mataku. Aku mau bertemu kau. Aku mau kita mengoyak hujan bersama lagi. Aku mau kita tertawa lagi. Disaksikan hujan.

Biarkan para malaikat itu. Yang iri pada cinta kita di tiap senja. Pada cinta yang terus kita rajut tiap Jumat siang dulu.

Aku mau bertemu kau. Aku mau kita mengantri mukena lagi di tiap dhuha. Berlomba bercumbu bersama Tuhan kita. Aku mau itu.

Aku rindu kau, Ukhti... Aku rindu lingkaran kita... Aku rindu hujan2 kita!
Aku rindu saat kita berkumpul bersama di musholah itu. Aku rindu saat kita menertawakan lapar dan dahaga kita. Aku rindu saat kita berlomba menghapal ayat2 di tiap mushaf kita. Aku rindu saat kita berlomba meraih cinta-Nya di musholah itu.

Kau ingat masa2 itu kan? Kau ingat bekal nasi yang sering kau bagi? Kau ingat tiap taushiah yang sering kau beri? Aku merindumu. Sungguh!

Aku mau kita lagi. Aku mau kita. 


Disaksikan hujan,
Aku mencintaimu, Ukhti... Karena Tuhan kita.



pengurus akhwat Rohis Ukhuwah 2008-2009








   

0 comments:

Posting Komentar

 
;