Saya tidak pernah tahu aturan baku dalam menulis. Setahu saya, menulis ya menulis. Kertas dan pena terasa jadi teman paling dekat dan paling paham dengan rasa. Tangan yang akan mewujudkan tiap rasa jadi kata. Tidak perlu teori, karena cita tulisan itu dinilai dari hati. Ya, mulailah dari hatimu.
Tulisanmu jelek? Ah, kata siapa? Sekali lagi: cita tulisan itu dari hatimu. Biar hatimu yang lebih dulu menilai, karena ia akan memberi solusi. Dari situ kau bisa belajar jadi lebih baik :)
Klasik sekali jika kau masih bilang tak tahu apa yang akan kau tulis. Karena jawaban klasik juga yang akan kau dapati: "tulislah apapun."
Tulislah apa saja, Kawan. Karena itu yang akan membuatmu dikenang. Mereka yang kini menjelma dalam nama di atas nisan, selalu dikenang dan akan tetap dihargai karena tulisan-tulisannya.
Ini bukan cuma untuk kau, tapi juga buat aku. Bosan tak selamanya menghilang dan terkalahkan oleh jiwa. Kadang dia muncul tiba-tiba dan tak terduga. Ya mungkin sama seperti ancaman hutan. Tapi bosan bukannya tak bisa dipersilakan pergi. Dia bisa diusir semaumu. Karena jika terus-terusan membiarkan dia singgah di pelataran jiwamu, maka dia akan merampas kebebasanmu berkarya.
Oke, menulislah sekarang. Selalu :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


1 comments:
TOP yunda (y)
Posting Komentar