Kamis, 13 Agustus 2015

Mentari Merah

Baru sempat kutuliskan, tentang mentari merah yg kini kutemui tiap pagi.
Indahnya jangan kau tanya. Jarakku dan dia hanya dibatasi selapis kaca. Dia ada dan terkadang menghilang ke balik pepohonan atau bangunan2 tua.
Seperti bersembunyi untuk lalu mencumbui. Seperti sedang berkejaran lalu mengajak tertawa.

Mentari merahku. Pagi.

Aku telah kehilangan banyak kata.
Mungkin terselip di antara origami warna warni.
Atau ikut terhapus dari papan putih yg berhias tinta gelap.

Tapi mentari merah kembali mengajariku. Bahwa kata adalah teman yg tak mungkin kulupa.
Yg seringkali hanya bisa kutemui saat memejamkan mata.

Mentari merah mengajariku untuk kembali. Pada tinta2 yg secarik kertas tanpa berwarna.

0 comments:

Posting Komentar

 
;