Kamis, 03 Mei 2012

aku, pintu dan senyum itu

tiap waktu kubuka pintu itu,
aku hanya harap ada senyummu yg telah menunggu.

aku ingin melihat senyum itu berkali- kali lagi tanpa henti.
aku ingin membawanya ke mimpi.

aku ingin tetap di belakangmu
mengikuti, menatap punggung itu...

lalu apa yang kita takuti selain perpisahan dan penyesalan.
semua tak akan selesai jika melulu dijawab dengan air mata,
tanpa penjelasan.


maka bedakan membuang dan dibuang.
mana yang rugi dan yang tak berarti.

karena aku mencintaimu tanpa alasan.



aku masih menunggu di depan pintu.
menunggu satu- satu awan putih berubah kelabu.
menunggu senyum merdu yang dulu menyapaku.

aku tetap di depan pintu.
menanti hal indah yang kini bersembunyi...

hujan.

0 comments:

Posting Komentar

 
;